Gambaran Kecintaan Para Sahabat kepada Nabi Muhammad Shollallahu Alalihi Wasallam




 Ketika seseorang mengaku mencintai maka dia wajib menunjukkan bukti cinta tersebut kepada siapa yang dia cintai.

Urwah Bin Mas'ud Ats-Tsaqafi yang ketika itu masih musyrik pernah berunding dengan Nabi Muhammad Shalallahu Waalaihi Wassallam pada waktu perjanjian Hudaibiyah. Dia bercerita tentang pengagungan para sahabat kepada Nabi Shalallahu Waalaihi Wassallam. Dan tatkala dia kembali kepada kaum Quraisy, dia menceritakan apa yang dia lihat:

"Wahai kaum Quraisy, Demi Allah, aku telah diutus kepada para Raja, kepada Kaisar Heraklius, Kisra, dan Najasyi. Demi Allah, aku tidak pernah melihat seorang Raja pun yang diagungkan oleh para sahabatnya / anak buahnya, sebagaimana pengagungan para sahabat Muhammad kepada Muhammad.

Demi Allah, tidaklah ia membuang dahaknya kecuali jatuh di telapak tangan salah seorang dari para sahabatnya kemudian orang tersebut mengusapnya ke wajahnya dan kulit tubuhnya. Jika Dia Muhammad memerintahkan mereka maka mereka akan segera melaksanakannya. Jika Dia Muhammad berwudhu maka mereka hampir saja saling berkelahi demi memperebutkan sisa wudhunya. Jika Dia Muhammad berbicara maka mereka pun merendahkan suara mereka dan mereka tidak mampu mempertajam (melamakan) pandangan mereka kepadanya karena keagungannya." (HR.Al-Bukhari)

Begitu cintanya para sahabat kepada Beliau Nabi Muhammad Shalallahu Waalaihi Wassallam. Banyak sekali Hadist meriwayatkan hal tersebut." Ada tiga perkara jika terdapat pada diri seseorang maka ia akan merasakan manisnya Iman; diantaranya yaitu jika Allah dan Rasul-Nya lebih ia cintai daripada selain keduanya..." (HR.Bukhari Muslim)


Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak